Minggu, 19 Mei 2013

Buku Kuliah


Ada apa dengan buku di atas? Padahal hanya buku untuk cacatan kuliahku. Kalian tahu? Ada yang menarik dari buku ini kalau dibuka dari belakang. Banyak tulisan-tulisan yang kurasa tidak penting. Tapi itulah gunanya bagian belakang buku, yaitu tempat coret mencoret segala kebosananku terhadap pelajaran yang kutumpahkan dalam bentuk tulisan. Belakangan jarang kubuka, karena beberapa dosen sepertinya tidak mengharuskan untuk mencatat. Ada dosen yang mewajibkan mencatat pun malah setitik tak kutulis lantaran bukan itu yang kuinginkan dalam kuliah; catat sampai habis.

Malam ini, aku tertarik dengan buku ini. Ke mana pun aku pergi, penting atau tidaknya tempat yang aku tuju, asal aku membawa tas, buku ini selalu kubawa. Kembali kubuka lembaran belakang buku ini. Ada beberapa tulisan yang tidak tercampur coretan lain yang tidak penting. Mungkin mewakili perasaanku. Mungkin juga dari beberapa tweet dari beberapa akun yang kutulis di situ.

Kita pernah bersama dalam satu waktu; satu ruang. Rinduku selalu indah beradu dengan air mata. Kesesakan. Rinduku selalu indah beradu dengan kenangan harum tubuhmu. Bagai candu; heroin yang masuk ke dalam tubuh. Ketagihan.

Mengapa kamu? Karena pelukmu, kecupmu, aroma tubuhmu, gesekan kulitmu begitu candu. Aku membeku. 

Di sini. Di tempat ini. Sunyi senyap. Remang. Tiada suara. Tiada dialog. Hanya instrumen musik. Tanpa gerak untuk saling tatap. Indah yang tak terasa indah.

Kurang lebih itulah tulisannya. Masih ada lagi. Tapi cukup sampai di sini saja. Karena ini adalah tulisan kegalauanku, cukuplah aku yang merasakan.


#DRS
 
 

2 komentar: