Jumat, 13 Februari 2015

SUNNY Sseo-ni (Korean Movie)

Hai.. lama tidak mengisi blog ini. Apa kabar kalian semua? Semoga baik dan selalu terlimpahkan rezeki dari Allah SWT. aamiin. Nah, untuk sekarang aku mau kasih gambaran sedikit tentang film yang belakangan ini sering aku tonton. Sebelumnya, aku ingin berterima kasih kepada seorang kawan yang sudah mengenalkanku pada film ini. Sudah lama sekali aku tidak menonton atau dapet rekomendasi dari kawan-kawan untuk film Korea. Nah, si dia ini, nama mayanya adalah Lain Jiwa, beliau main ke rumah. Awalnya tidak sengaja karena beliau memang mengajar sebagai honorer di sekolah di mana Ibukku juga mengajar. Singkat cerita, si Lain Jiwa ini adalah juga murid Ibukku ketika ia masih sekolah di sekolah tersebut. Hari itu, Sabtu, bertepatan dengan adikku yang bungsu mau pulang lagi ke Bogor karena masa-masa liburannya sudah mendekati habis. Jadi, Ibukku memutuskan pulang lebih awal. Nah, baru keluar dari gerbang sekolah, Ibukku bertemu dengan Lain Jiwa. Usut punya usut, si Lain Jiwa membonceng Ibukku dari Plaju sampai ke rumahku dengan tidak mengenakan helm. Hahahahahaha. Macho memang si dia ini. Ditawari makan siang sampai main ke dalam kamarku (seperti yang sering kami lakukan) hingga bertukar film.
Beliau meng-copy film yang ada di laptopku, tapi ternyata flashdisk yang ia bawa penuh. Ya terpaksa hapus sana-hapus sini. Sebelum ia menghapus sebuah folder bernama Sunny, ia menawarkanku terlebih dahulu, “galak dak film ini? Korea tapi. Bagus filmnyo.” Lalu, kujawab mau. Film-film Korea seperti yang kita tahu, tidak kalah dari cerita di film-film Hollywood. Konfliknya lebih nyata. Ini menurutku sih ya.. bukan berarti aku memberi medali ‘film Korea adalah yang terbaik’. Akan tetapi, setiap film dari genre dan dari negera manapun, memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Setelah bincang-bincang selesai dan Lain Jiwa pun pamit pulang, aku dengan segera menonton film yang katanya ‘bagus’ tadi. Ceritanya berawal dari seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya hanya bersih-bersih, membereskan rumah, dll. Pagi itu, si ibu ini berkata kepada anaknya untuk menjenguk neneknya yang sedang dirawat di rumah sakit. Anak gadisnya menghiraukannya. Si suami ketika pamitan berangkat ke kantor hanya menitipkan uang kepada istrinya untuk membelikan ibunya sebuah tas. Setelah bersih-bersih rumah, barulah si ibu rumah tangga ini berkunjung ke rumah sakit dengan membawa tas Channel untuk si ibu mertua. Tak lama kemudian, ibu rumah tangga ini pulang. Ketika melewati sebuah kamar dengan pasien yang meronta-ronta dan beberapa petugas medis berdatangan, ia sedikit penasaran. Si ibu rumah tangga ini mengintip dari luar pintu (karena pintu kamarnya nggak ditutup nih guys). Lalu, melihat name tag yang ada di dinding luar kamar. Rasa tidak percaya. Ibu rumah tangga ini beberapa kali mengedip-ngedipkan matanya. Ha Chun-Hwa. Itu nama yang tertulis di dinding.
Ketika pulang ke rumah, si ibu rumah tangga ini membuka kembali album lama ketika ia masih bersekolah. Singkat cerita, keesokan harinya ia kembali menengok ibu mertuanya di rumah sakit. Setelah selesai menemani makan siang, ia berjalan keluar dan saat melewati kamar yang kemarin ia lewati, ia masuk ke kamar itu (lagi lagi pintu kamarnya nggak ditutup nih). Tidak ada orang. Kemudian ia melihat-lihat foto yang terpajang di dalam kamar. Ketika sedang asyik memperhatikan, tiba-tiba ada suara dari belakang seperti sedang bernyanyi. Si ibu rumah tangga pun kaget dan langsung membalikkan badannya. Ia bergeming. Si pemilik suara tadi melanjutkan apa yang ia ucapkan.
Hei, kalian tahu tidak? Aku mengira bahwa si pemilik suara itu ada pasien sakit jiwa atau semacam penyakit seperti stress atau apalah. Tapi ketika si pemilik suara itu memperlihatkan mukanya di depan kamera, barulah aku tahu oh sepertinya bukan pasien sakit jiwa. Ya mana ada pasien sakit jiwa di rawat di rumah sakit biasa. Bego banget gue ekekekekekekek. Nah, si pemilik suara itu kemudian tersenyum kepada ibu rumah tangga itu dan dibalas senyum olehnya. Lalu, mereka duduk bersama sambil bercerita.
Dan, pemilik suara itu adalah Ha Chun-Hwa. Teman Im Na-Mi (si ibu rumah tangga) semasa sekolah. Teman dekat. Ternyata Ha Chun-Hwa adalah pasien kanker yang umurnya diprediksi tersisa 2 bulan lagi. Berikutnya, film mulai bercerita tentang masa mereka sekolah.
Sumpah, ini film tentang persahabatan yang menurutku ‘wah’ sekali. Ceritanya campur aduk, mulai dari komedi, perselisihan, pertemuan antar kelompok gadis SMU, romantisme, dan beberapa cerita yang menguras air mata. Kalian harus nonton ini. Mereka bertujuh. Sebelum datangnya Im Na-Mi ke sekolah itu, mereka hanya berenam. Setelah anggota kelompok mereka berjumlah 7 gadis, mereka menamainya SUNNY. Penamaan ini langsung diberikan oleh penyiar radio karena salah seorang anggota SUNNY bernama Geum-Ok (anak tunggal seorang Dokter Gigi) mengirim surat ke radio. Waw!!! Disiarkan mungkin hingga ke penjuru Seoul pada masa itu.
Silakan tonton filmnya. Aku nggak sanggup ngetik nih hehehehe. Pokoknya bagus deh. Soundtracknya ‘dahulu’ banget. Pemainnya cantik-cantik. Alurnya loncat-loncat. Awas ketuker peran loh karena di film ini ada mereka ketika masih muda dengan setting cerita 25 tahun yang lalu dan ada penampakan mereka saat ini alias mereka ketika dewasa.
Durasi film SUNNY ini 2 jam. Menurutku sangat kurang. Jika saja aku menonton film ini pas di tahun ketika film ini tayang, aku mungkin akan berpendapat begini, “semoga ada lanjutannya nih film. Seenggaknya, menceritakan full tentang masa-masa ketika mereka SMU dan kenapa mereka berpisah.”

Oke kalau begitu aku pamit ya hehehehe. Ini ada sedikit gambar film SUNNY.


nah ini poster filmnya..


kita kenalan dulu yuk sama mereka..
(Kiri ke kanan)
Park Jin-joo as Hwang Jin-hee
Kang So-ra as Ha Chun-hwa
Min Hyo-rin as Jung Su-ji
Kim Min-young as Kim Jang-mi
Shim Eun-kyung as Im Na-mi
Kim Bo-mi as Ryu Bok-hee
Nam Bo-ra as Seo Geum-ok


kalo ini versi 80an sama emak-emak ^^
aku masih penasaran kenapa Su-Ji di poster sebelah kanan ini ga ada.
hanya terlihat sedikit potongan badannya mengenakan baju berwarna abu-abu.


ini kalau masih bingung, lihat di sini perbedaannya.
posisinya sama kok. Im Na-mi muda di depan, Im Na-Mi emak-emak juga di depan.


Karena pembendaharaan kata-kataku tidak banyak untuk mengulas sinopsis sebuah film, mari silakan langsung ditonton saja hehehehehe.
”If you ignore us because your life is too good, we’ll go and punish you. If You hide because your life sucks, we’ll go and make it better. I don’t know who will die first among us, but until that day, no, even beyond that day…we Sunny, will never break up“ -Ha Chun-Hwa-

Assalamualaikum..


#drs

Tidak ada komentar:

Posting Komentar