Jumat, 01 Februari 2013

Basket (lagi).








Ditelpon berapa kali oleh anak basket kampus. Hm mungkin disuruh seniornya. Aku diajak lagi main di tim kampus. Padahal selama tiga tahun kuliah aku sudah 2x menolak tawaran main di tim basket kampus. Alasannya karena aku sudah gantung sepatu. Alasan lainnya karena aku tidak suka senioritas yang ada di tim ini. Lagi pula, anak basket ceweknya terihat agak angkuh. Kali ini aku diminta lagi untuk bermain membela tim basket kampus. Ingin sekali rasanya. Dan ini sudah kubicarakan dengan Ibuk. Kalau tidak merugikan kamu, ikuti, kata Ibuk.

Hm untuk sesaat aku berfikir bahwa kampus membutuhkan tenagaku. Tenaga seorang play maker. Tenaga seorang point guard. Aku mengungkapkan kepada Ibuk bahwa aku butuh sepatu basket baru untuk kupakai latihan. Ibuk jelas tidak akan membelikannya secepat yang aku mau. Uang beasiswa yang aku terima rasanya takkan kupakai untuk membeli sepatu baru. Apakah aku akan tetap latihan dengan menggunakan sepatu kets kesayanganku? Tentu saja tidak. Bedakan, mana sepatu sehari-hari, mana sepatu olahraga.

Melihat antusias anak-anak basket yang menginginkan aku masuk ke tim basket kampus, sepertinya sangat hina bagi mereka jika tetap kutolak tawaran ini. Terdengar kabar juga kalau aku akan diikut sertakan mewakili tim kampus ke Banten. Kurang jelas juga dalam rangka apa. Dan sekarang aku tetap bingung, akankah kuterima atau kutolak.

1 komentar:

  1. terima aja, di banten bakal ketemu cowo kece loh.. kalo ga percaya visit :@budiwoogie on twitter

    BalasHapus