Ditelpon berapa
kali oleh anak basket kampus. Hm mungkin disuruh seniornya. Aku diajak lagi
main di tim kampus. Padahal selama tiga tahun kuliah aku sudah 2x menolak
tawaran main di tim basket kampus. Alasannya karena aku sudah gantung sepatu.
Alasan lainnya karena aku tidak suka senioritas yang ada di tim ini. Lagi pula,
anak basket ceweknya terihat agak angkuh. Kali ini aku diminta lagi untuk
bermain membela tim basket kampus. Ingin sekali rasanya. Dan ini sudah
kubicarakan dengan Ibuk. Kalau tidak merugikan kamu, ikuti, kata Ibuk.
Hm untuk sesaat
aku berfikir bahwa kampus membutuhkan tenagaku. Tenaga seorang play maker.
Tenaga seorang point guard. Aku mengungkapkan kepada Ibuk bahwa aku butuh
sepatu basket baru untuk kupakai latihan. Ibuk jelas tidak akan membelikannya
secepat yang aku mau. Uang beasiswa yang aku terima rasanya takkan kupakai
untuk membeli sepatu baru. Apakah aku akan tetap latihan dengan menggunakan
sepatu kets kesayanganku? Tentu saja tidak. Bedakan, mana sepatu sehari-hari,
mana sepatu olahraga.
Melihat antusias
anak-anak basket yang menginginkan aku masuk ke tim basket kampus, sepertinya
sangat hina bagi mereka jika tetap kutolak tawaran ini. Terdengar kabar juga
kalau aku akan diikut sertakan mewakili tim kampus ke Banten. Kurang jelas juga
dalam rangka apa. Dan sekarang aku tetap bingung, akankah kuterima atau
kutolak.

terima aja, di banten bakal ketemu cowo kece loh.. kalo ga percaya visit :@budiwoogie on twitter
BalasHapus