Salam..
Annyeong Haseyo.. Kabar baikkah?
Kalian tanya kabarku? Haha. Alhamdulillah kabar baik dari aku. Semoga kalian juga sama. Tetap sehat dan selalu baik, serta selalu dalam perlindungan Allah SWT. Aamiin.
Enggak terasa sudah masuk tahun 2016. Apa resolusi kalian di tahun 2016 ini? What? Kalian tanya resolusiku? Haha yang jelas aku ingin semua yang aku kerjakan berjalan lancar dan apa yang aku cita-citakan dapat terwujud. Ceieleeeeeh hahaha. Semua pengennya juga gitu kali, ya? Hm, pernah salah satu akun Instagram yang memiliki pengikut ratusan ribu bertanya apa 3 resolusi di tahun 2016. Aku dengan santainya menulis; promosi, naik jabatan, dan nikah! Hahaha aamiin. Tolong doanya, sahabat!
Hari ini sudah masuk hari ke delapan di bulan Januari. Tadi pagi aku sempat membuka blog seorang teman dekat ketika kuliah. Maling-maling. Iya, aku buka blog lewat komputer kantor. Enggak maling-maling juga sih karena sebenarnya aku buka tadi pagi ketika yang lain sedang survey lapangan dan hanya aku yang ada di wisma.
So, dengan santai aku yang merindukan kawan ini membukanya. Blog terakhir kawanku mengungkapkan bahwa ia akan vacum dalam dunia per-blog-an. Hft. Sedih bacanya. Sudah lama aku tak berinteraksi dengannya. Bayangkan saja, aku yang dulu tidak bisa jauh darinya, sekarang harus merasakan itu. WhatsAppku memang pernah dibalasnya dengan tanda tanya. Hanya tanda tanya. Kemudian aku tak berharap banyak ia merespon telepon dan smsku. Benar. Memang tak ada respon.
Hingga sekarang aku memikirkan letak kesalahanku padanya. Semakin kupikirkan, aku semakin bingung. Sampai-sampai sekarang tidak kuhiraukan lagi. Dosa apa yang telah kulakukan? Apakah kata maaf dariku sangat kamu tunggu? Aku merindukanmu, kawan. Aku rindu teguranmu ketika aku mengucapkan sumpah serapah kepada orang yang tidak aku suka. Aku rindu diajari mengaji olehmu. Aku rindu kita. Kita yang sesungguhnya. Kita yang selalu bersama. Kita yang selalu dipanggil sepasang suami-istri. Kita yang selalu sering memberi kabar.
Kamu berubah. Terlalu banyak orang yang mengenal kita bertanya pasal kabarmu. Ada juga seseorang yang dekat dengamu, adik tingkat kita. Ia bertanya, "mbak Ruru begawe di mano sekarang?" Aku yang tidak tahu menahu tentang hal itu menjawab, "Oh guru dio sekarang." Taku salah bicara, akupun mengakhiri percakapan tersebut dengan segara berlalu setelah menjawab seadanya. Hanya sampai itu aku tahu kabarmu. Selebihnya.. Nothing.
Kamu sehat? Sedang tidak sakit? Kamu sibuk? Enggak bisa respon aku? Kok gitu?
Curhat terakhirmu di blog kubaca dengan sambil meneteskan air mata. Itulah kekuatan kata-katamu. Kesaktian tulisanmu selalu saja menyentuh. Tanganmu bagai pisau kala mengetik keyboard. Bagimu, menulis adalah sebuah kebutuhan, bukan? Kenapa kau malah mulai enggan mengisi blogmu? Aku bisa cari kamu ke mana lagi selain ke blog?
Salam..
#drs
Tidak ada komentar:
Posting Komentar