Selasa, 12 Januari 2016

Sinetron Indonesia dan Perbandingannya dengan Sinetron Negara Lain bagian I

Hai..
Kabar baik, 'kan?
Rencana sih aku bakalan update sesering mungkin blog ini.
Yaa semoga saja bisa dilaksanakan. Hehe.
Aku pinjam komputer kantor lagi nih.. Komputer lagi nganggur dan belum dimatikan. Manfaatin doooong hehehehe. Pesan dari si mbak wakil menejer sih katanya jangan buka youTube, nanti paketnya habis.
Siap laksanakan, Mbak! Hehehe *padahal tuaan aku sih -_-

Lagi apa? Nonton sinetron Boy? Hahahaha.
Aku cuma kasih sedikit pendapatku tentang sinetron ini. Ya seperti yang kita tahu, sesuatu yang kira-kira kita anggap bagus, ya kita tiru. Nah, kalo sesuatu yang enggak bagus, jangan sekali-sekali kita tiru. Kenapa? Kan dampaknya ke diri kita sendiri. Kalo sesuatu yang enggak bagus itu ternyata berdampak buruk untuk kehidupan kita, salah siapa? Salah gue? Salah temen-temen gue? Salah tetangga gue? Salah temen SD gue? Enggak, 'kan? Hahahaha

Ini loh.. Di wisma pada suka nontonin si Boy ini. Sampai sekarang aku sih enggak memahami apa maksud sinetron ini. Ditambah lagi para pemainnya yang non muslim itu berperan sebagai muslim yang taat beribadah, suka menolong sesama, peduli terhadap orang yang sedang kesusahan, dan sebagainya. Memang seharusnya kita sebagai menusia harus memiliki sifat seperti itu, tapi yang buat janggal adalah kenapa sosok yang taat beribadah terhadap Allah dan seolah mengerti ajaran Islam itu adalah seorang non muslim. Benar memang bahwa Islam terbuka, tidak melarang orang untuk mengetahui tentang Islam itu sendiri. Hft. Poor persinetronan Indonesia.

Sesuatu yang membuat wanita makin cantik adalah polesan make-up. Anak sekolah yang ada di sinetron tersebut hampir semuanya memakai make-up. Agak tebal; menurutku. Adik-adik harus ingat, ya! Enggak boleh loh kita itu pakai make-up kalo sekolah. Kalo enggak salah, itu ada larangannya. Iya enggak sih, bu guru/ pak guru? Ibuk yang seorang guru juga tidak menyangkal ini. Memakai perhiasan pun dilarang.

Kita bandingin sama sinetron di negara lain.
Sudah pernahkah menonton sinetron dari Malaysia? sinetron yang kutonton adalah I Love You, Mr. Arrogant. Di sinetron ini, walau pun ia dipanggil dengan panggilan terhormat, seperti datuk ataupun puan, ketika masuk rumah, ia membuka sendal ataupun sepatunya. Kalaupun harus memakai sendal, ya pasti sendal biasa semacam swallow. Di sinetron Indonesia, para pemainnya menggunakan wedges atau high heels di dalam rumah. Mau kondangan, bu?

Bener enggak? Pernah nonton sinetron Indonesia, 'kan? Kalo kalian menyangkal dengan mengajukan pertanyaan atau pernyataan seperti, "mereka kan orang kaya, wajar pake wedges atau high heels." Ya kali di rumah pake gituan wkwkwk. Ini contoh yang gak baik, yah. *lagi-lagi ini pendapatku.

Masih bisa dimaklumi kalo di rumah pake sendal teplek semacam swallow gitu. Aku juga di rumah pake sendal kok. Alasannya karena kakiku pernah ngelupas sampe berdarah karena lantai rumah yang (mungkin) banyak kuman. Ibuk membelikan si swallow ini untuk kupakai di dalam rumah. Eh, apa jadinya kalo di rumah pake wedges atau high heels? Indonesia gitu sih..

Lanjut negara lain. Karena aku suka sekali menonton drama korea, aku akan membandingkan sinetron Indonesia dan drama Korea. Masalah make-up nih kawan-kawan. Kalau kita tonton drakor (singkatan dari drama Korea -red), entah apa karena pemerannya memang bening-bening dan caem-caem, mereka sedikit memoles wajah mereka dengan bedak tipis. Indonesia? TEBEEEELLLL!! Mau kondangan, Neng? Hahahaha.

Jadi, intinya adalah apa yang menurut kita bagus, kita tiru. Kalau enggak bagus, ya jangan dong. Oh iya, tambahan dikit nih. Anak-anak kecil mulai dari PAUD, SD, hingga SMA di tempat wilayahku bekerja, hafalnya lagu yang jadi original soundtrack sinetron Anak Jalanan ini. Lagunya Dewa 19, ya? Kurang tahu sih. Kurang merhatiin. Pernah aku tes si anak-anak di sini, kutanya lagu wajib nasional. Mereka mikirnya laaaaamaaaaaaaaaaaaaaaa banget. Eeeeeh pas kutanya lagunya si Boy, dengan lantang merekan menyanyikannya. Ampun deh gueeeeeeeeeeeeee.

Udah malem, ya? Aku capek. Kalian gimana? Off dulu, ya..
Bye!
Salam..
Annyeong!
Sarang surowo..

#drs

Tidak ada komentar:

Posting Komentar