Kamis, 14 Juni 2012

Wisata Air Terjun Lubuk Linggau

Hawa sejuk menghampiri kota Lubuk Linggau di siang hari. Seharusnya siang itu jadwal saya untuk mengelilingi Linggau. Namun sepertinya tidak ada siapapun yang bisa mengajak saya keluar rumah. Tapi tunggu dulu. Saya mendengar suara motor datang. Dan ya! Akhirnya sepupu pulang dari tugasnya sebagai guru honorer di salah satu sekolah dasar di Linggau. Sebentar saja ia menghabiskan makan siangnya, berganti baju, dan kemudian sedikit berdandan, lalu mengajak saya keliling Linggau.
Semestinya, jadwal hari itu adalah mengunjungi ataupun sekedar melihat bukit Sulap. Tetapi, setelah saya mengatur kembali jadwal hari itu, saya urungkan niat mengunjungi bukit Sulap dan memilih untuk melihatnya dari kejauhan, dari pinggir jalan raya.
Sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat wisata selanjutnya, sepupu mengajak saya mampir terlebih dahulu ke kedai langganannya. Kedai ini menjual makanan khas Palembang. Apalagi kalau bukan pempek dan sejenisnya, seperti model, tekwan, dan teman-temannya. Sembari menyantap makanan, ia menceritakan bahwa di Linggau ada dua air terjun tempat wisata. Keduanya menarik dan wajib dikunjungi bila sedang berlibur ke Linggau.
Berulang kali saya melihat jam, memperingati diri sendiri jangan sampai kebeblasan sampai lupa waktu. Karena malamnya saya harus naik kereta pulang ke Palembang, maka perjalanan dipercepat. Untungnya kami mengendarai motor dan bisa leluasa memandangi kota Linggau yang berhawa dingin ketika itu. Saya tidak berniat menanyakan apakah Linggau memang berhawa sejuk atau tidak, tapi yang jelas siang itu hawanya sejuk.
Tidak lama dari kedai itu, kami sampai di tempat wisata air terjun yang pertama. Saya lupa namanya, karena memang tak terpampang nama tempat tersebut. Saya pikir untuk ke air terjunnya kami takkan berjalan jauh, tapi saya salah. Sebelum bertatapan langsung dengan air terjun tersebut, kami harus menuruni beratus-ratus anak tangga yang licin dan curam. Sangat mudah menuruninya apabila terdapat pegangan di sisi kanan atau kiri anak tangga tersebut. Namun ini, sama sekali tidak ada pegangan. Jadi kami harus berpegangan dengan dinding batu besar yang ada di sisi sebelah kanan anak tangga ketika kami turun.
Rasa lelah ketika menuruni tangga licin nan curam itu terbayarkan dengan bertatapan langsung dan melihat keindahan air terjun ketika telah berada di bawah. Sungguh mempesona. Panorama alam yang ada pun menambah decak kagum. Ingin sekali memotret diri sendiri dan air terjun tersebut. Tapi apa daya, sepupu saya tidak bisa menggunakan kamera DSLR yang saya bawa. Derasnya air terjun menimbulkan suara bising yang membuat percakapan antara kami berdua sedikit terganggu.
Sedikit kekurangan dari tempat wisata pertama yang kami kunjungi saat itu adalah kurangnya penjagaan dari pihak pengelola. Ketika kami datang, ternyata tidak hanya kami berdua yang berada disana, melainkan sepasang kekasih telah terlebih dahulu berkunjung. Saya sedikit berimajinasi, membayangkan apa yang mereka lakukan disana, di tempat wisata air terjun yang kurang penjagaan.


 
Gambar 1.1 Panorama alam disekitar air terjun.

Berikut ini foto yang pernah saya ikut sertakan lomba photography yang di adakan oleh Yamaha Thamrin Brother yang kebetulan saya tidak mendapat juara. Namun, juara dua lomba ini ternyata juga mengirimkan foto dengan objek yang sama. Ini hasil jepretan saya. Karya saya.


Gambar 1.2 Air terjun Lubuk Linggau.

Tempat kedua yang kami kunjungi pun bertemakan air terjun. Di tempat kedua ini, kurang menarik bagi saya karena ini bukan air terjun yang saya impinkan, yang ingin saya kunjungi. Air terjun ini merupakan bendungan yang kemudian airnya mengalir dari atas kebawah, di mana dibawahnya itu adalah sungai. Namun di sini kami melihat beberapa keunikan, yakni ada seorang bapak yang sedang melatih anaknya terjun dari atas jembatan ke bawah seperti olahraga lompat indah yang sering saya lihat di televisi. Kemudian juga ada beberapa anak kecil laki-laki yang bermain, kejadiannya sama seperti yang pertama tadi, yaitu lompat dari atas ke bawah. Wow! Sungguh mengasyikkan bisa sebebas itu seperti tanpa beban.


#DRS 

3 komentar:

  1. Mantappppppz.... imajinasi sm narasinya sudah pas
    jadi inget KKN liat air terjun itu :(

    BalasHapus
  2. Air Terjun Lubuklingau mempunyai pesona indah yang bikin para wisatawan bisa menghilangkan stres dan penat dalam aktifitas sehari-hari dengan indahnya pemandangan yang di sajikan di sna.
    thanks ya min buat infonya

    BalasHapus