Hawa sejuk menghampiri
kota Lubuk Linggau di siang hari. Seharusnya siang itu jadwal saya untuk
mengelilingi Linggau. Namun sepertinya tidak ada siapapun yang bisa mengajak
saya keluar rumah. Tapi tunggu dulu. Saya mendengar suara motor datang. Dan ya!
Akhirnya sepupu pulang dari tugasnya sebagai guru honorer di salah satu sekolah
dasar di Linggau. Sebentar saja ia menghabiskan makan siangnya, berganti baju,
dan kemudian sedikit berdandan, lalu mengajak saya keliling Linggau.
Semestinya, jadwal hari
itu adalah mengunjungi ataupun sekedar melihat bukit Sulap. Tetapi, setelah
saya mengatur kembali jadwal hari itu, saya urungkan niat mengunjungi bukit
Sulap dan memilih untuk melihatnya dari kejauhan, dari pinggir jalan raya.
Sebelum melanjutkan
perjalanan ke tempat wisata selanjutnya, sepupu mengajak saya mampir terlebih
dahulu ke kedai langganannya. Kedai ini menjual makanan khas Palembang. Apalagi
kalau bukan pempek dan sejenisnya, seperti model, tekwan, dan teman-temannya.
Sembari menyantap makanan, ia menceritakan bahwa di Linggau ada dua air terjun
tempat wisata. Keduanya menarik dan wajib dikunjungi bila sedang berlibur ke
Linggau.
Berulang kali saya
melihat jam, memperingati diri sendiri jangan sampai kebeblasan sampai lupa
waktu. Karena malamnya saya harus naik kereta pulang ke Palembang, maka
perjalanan dipercepat. Untungnya kami mengendarai motor dan bisa leluasa
memandangi kota Linggau yang berhawa dingin ketika itu. Saya tidak berniat
menanyakan apakah Linggau memang berhawa sejuk atau tidak, tapi yang jelas
siang itu hawanya sejuk.
Tidak lama dari kedai
itu, kami sampai di tempat wisata air terjun yang pertama. Saya lupa namanya,
karena memang tak terpampang nama tempat tersebut. Saya pikir untuk ke air
terjunnya kami takkan berjalan jauh, tapi saya salah. Sebelum bertatapan
langsung dengan air terjun tersebut, kami harus menuruni beratus-ratus anak
tangga yang licin dan curam. Sangat mudah menuruninya apabila terdapat pegangan
di sisi kanan atau kiri anak tangga tersebut. Namun ini, sama sekali tidak ada
pegangan. Jadi kami harus berpegangan dengan dinding batu besar yang ada di
sisi sebelah kanan anak tangga ketika kami turun.
Rasa lelah ketika
menuruni tangga licin nan curam itu terbayarkan dengan bertatapan langsung dan
melihat keindahan air terjun ketika telah berada di bawah. Sungguh mempesona.
Panorama alam yang ada pun menambah decak kagum. Ingin sekali memotret diri
sendiri dan air terjun tersebut. Tapi apa daya, sepupu saya tidak bisa
menggunakan kamera DSLR yang saya bawa. Derasnya air terjun menimbulkan suara
bising yang membuat percakapan antara kami berdua sedikit terganggu.
Sedikit kekurangan dari
tempat wisata pertama yang kami kunjungi saat itu adalah kurangnya penjagaan
dari pihak pengelola. Ketika kami datang, ternyata tidak hanya kami berdua yang
berada disana, melainkan sepasang kekasih telah terlebih dahulu berkunjung.
Saya sedikit berimajinasi, membayangkan apa yang mereka lakukan disana, di
tempat wisata air terjun yang kurang penjagaan.
Gambar 1.1 Panorama alam disekitar air terjun.
Berikut ini foto yang pernah saya ikut
sertakan lomba photography yang di adakan
oleh Yamaha Thamrin Brother yang kebetulan saya tidak mendapat juara. Namun,
juara dua lomba ini ternyata juga mengirimkan foto dengan objek yang sama. Ini
hasil jepretan saya. Karya saya.
Gambar 1.2 Air terjun Lubuk Linggau.
Tempat kedua yang kami kunjungi pun bertemakan
air terjun. Di tempat kedua ini, kurang menarik bagi saya karena ini bukan air
terjun yang saya impinkan, yang ingin saya kunjungi. Air terjun ini merupakan
bendungan yang kemudian airnya mengalir dari atas kebawah, di mana dibawahnya
itu adalah sungai. Namun di sini kami melihat beberapa keunikan, yakni ada
seorang bapak yang sedang melatih anaknya terjun dari atas jembatan ke bawah
seperti olahraga lompat indah yang sering saya lihat di televisi. Kemudian juga
ada beberapa anak kecil laki-laki yang bermain, kejadiannya sama seperti yang
pertama tadi, yaitu lompat dari atas ke bawah. Wow! Sungguh mengasyikkan bisa
sebebas itu seperti tanpa beban.
#DRS
Mantappppppz.... imajinasi sm narasinya sudah pas
BalasHapusjadi inget KKN liat air terjun itu :(
haha iyo eh? :p
HapusAir Terjun Lubuklingau mempunyai pesona indah yang bikin para wisatawan bisa menghilangkan stres dan penat dalam aktifitas sehari-hari dengan indahnya pemandangan yang di sajikan di sna.
BalasHapusthanks ya min buat infonya